
JEMBER,. – Pemerintah menerapkan konsep kegiatan MPLS Ramah guna memberikan pengalaman hari pertama sekolah yang berkesan, aman, dan inklusif bagi seluruh murid baru.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi siswa baru yang berlangsung pada hari sabtu (11/7/2026) tahun ajaran 2026.
Ketentuan mengenai masa orientasi ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Selain program utama tersebut, sejumlah sekolah juga mengadakan kegiatan pra MPLS sebelum jadwal resmi dimulai.
Pra MPLS merupakan tahapan awal yang diselenggarakan pihak sekolah sebelum pelaksanaan resmi MPLS, dan kegiatan ini umumnya melibatkan kehadiran murid baru di area sekolah.
Dwi Kristatiningsih, S.Pd, M.M. selaku kepala sekolah menjelaskan bahwasanya kegiatan yang dilaksanakan yang di awali dengan Cek Kehadiran lalu perkenalan penanggung jawab OSIS Struktur Kesiswaan yang bertempat di kelas masing-masing”.
“Dilanjutkan dengan latihan apel pelantikan MPLS baris berbaris atur barisan untuk apel pembukaan MPLS pada hari senin di lapangan sekolah setelah itu kembali ke kelas untuk cek ID card peserta MPLS juga penjelasan teknis dari rundown, dresscode, apa saja barang yang harus dibawa, Intra dan Ekstrakurikuler dan yang terakhir unjuk bakat dan kegiatan selesai”.
Jumlah siswa baru di SMP Negeri 8 yakni 256 yang terdiri dari 139 laki-laki dan 117 perempuan. 32 siswa per kelas yang dibagi menjadi 8 kelas”.
Masa pengenalan lingkungan sekolah dan tantangan murid baru berdasarkan informasi dari laman SMP Negeri 8 Jember, pra MPLS bertujuan melatih kesiapan siswa dalam mengenali budaya sekolah.
Tahapan ini juga menjadi wadah bagi sesama siswa baru untuk saling mengenal sehingga proses adaptasi lingkungan berjalan lebih mudah.
Selama pra MPLS, peserta didik menerima pengarahan mengenai tata cara berpakaian yang benar serta teknis pelaksanaan MPLS yang berjalan, pelaksanaan pra MPLS juga dibantu oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS melalui berbagai aktivitas keakraban.
Melalui pembekalan awal ini, kondisi fisik dan mental siswa menjadi lebih siap sehingga meminimalkan kecemasan saat mengikuti masa orientasi intensif.
Langkah sosialisasi program orientasi kepada orang tua atau wali murid sebelum pelaksanaan juga telah diatur dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Beberapa ketentuan yang umumnya diterapkan oleh sekolah meliputi kewajiban siswa mengenakan seragam sekolah asal.
Kegiatan ini biasanya dimulai pada pagi hari, dengan aturan kehadiran wali murid yang bergantung pada kebijakan internal tiap sekolah.
Mengenal Konsep MPLS Ramah 2026
Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, MPLS didefinisikan sebagai aktivitas pertama siswa baru untuk memperkuat karakter dan profil anak, MPLS Ramah 2026 bertujuan membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan dan warga sekolah.
Program ini juga dirancang agar siswa memahami budaya serta tata tertib sekaligus menumbuhkan nilai-nilai karakter positif sejak hari pertama.
Langkah ini diambil demi mewujudkan ekosistem belajar yang nyaman, aman, meningkatkan rasa percaya diri, serta mendorong kesiapan belajar siswa.
Materi dalam MPLS Ramah terbagi menjadi program utama dan pilihan, di mana materi utama mencakup gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pagi ceria, serta sopan santun bermedia sosial. Siswa juga diajarkan budaya lima S yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun selama berada di lingkungan sekolah.
Novita selaku guru pendidik menjelaskan visi misi yang diharapkan nantinya untuk siswa-siswi baru adalah sesuai moto yaitu “Melangkah Bersama Meraih Prestasi”.
Diawali dengan kemandirian, ahlak yang baik dan pembiasaan seperti biasa yang dilakukan setiap harinya dalam kerohanian, bagi semua murid SMP Negeri 8 dari dari sholat dhuhur berjamaah di setiap jenjang setiap hari bergantian, diselingi membaca Yasin juga ingaq untuk di hari jumat.
Bryan selaku Humas SMP Negeri 8 Jember menjelaskan tentang “Melangkah Bersama Meraih Prestasi” itu bukan hanya murid, akan tetapi semua komponen yang ada di lingkungan sekolah. Mulai dari guru, murid dan juga wali murid, kemudian Caraka dan petugas lainnya dilibatkan bersama-sama kompak dan bersinergi.
(Vans/*Red)

