matapenagaruda.com

jember – Salah satu peserta dari Surabaya melayangkan protes terhadap keputusan dewan juri dalam ajang International Jember Marching Competition (IJMC) yang diselenggarakan di Jember, Minggu (16/11/2025).


Kemudian, saat wawancara terkait sistem penilaian dua musik satu Visual dengan Andika Putra Perdana dari Bogor selaku Juri Musik internasional JMC mengatakan, “Tadi yang ditanyakan adalah tentang sistem penilaian, sistem penilaian itu bagaimana, apa yang dinilai, jadi yang dinilai itu dua musik satu visual, tadi yang menang itu karena secara musikal menang, yang visual ke sebelahnya lawannya, jadi yang ditanyakan apa kriterianya, karena menurut tadi yang ditanyakan peserta yang Ngajukan protes tadi itu tidak terdengar dari atas katanya, padahal yang dinilai yang didengar dibawah, semuanya yang didengar dibawah, beberapa kriteria musik seperti onecolor, harmoni, kemudian bagaimana konten, konten itu isi bobot materi, kemudian kebersihan bermain, itu semua kita nilai”. Ujarnya.


Masih kata Andika Putra Perdana dari Bogor selaku Juri Musik internasional JMC, “Jadi secara musikal ya memang begitu hasilnya, memang dua juri musik tadi dua duanya memilih, dan itu memang kita tidak ada berjanjian, kalau betel itu tidak janjian, memang berdasarkan kriteria yang ada, kita memilih berdasarkan kriteria itu, memang kami melihat secara visual lebih baik, memang dari juri visual memilih Surabaya saat itu, tapi ketika untuk musiknya itu lebih yang lawannya, jadi karena itu tadi, karena form penilaian juga ada kriteria – kriteria yang dinilai, jadi penilaian tersebut berdasarkan kriteria karena dilihat dari apa yang dinilai, jadi setiap juri yang menilai harus mengikuti kriteria itu, seperti yang saya jelaskan tadi, kriterianya ada onecolor, harmoni, balansing, blending, konten, bobot materi, dan lain lain, tadi sempat ada yang tanya audien reaksen itu pengaruh enggak, untuk itu tidak berpengaruh, karena bukan audien yang mendengar dibawah, kami sebagai juri kita mendengar secara detail di depan mereka bermain, kami tau bagaimana kapasitas setiap pemain bermain, terlihat bagaimana belensingnya, intinya dan segala macam bagaimana ketepatan nada, intonasi dan lain itu terdengar jelas di bawah”. Jelasnya


pewarta : andik s (kabiro jember)

By sadola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *