matapenagaruda.com
Tiga desa/kelurahan di wilayah Denpasar Timur menggelar prosesi Ngaben secara bersamaan pada Minggu (12/04/2026). Di tengah padatnya rangkaian upacara adat yang berlangsung serentak, sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pecalang menjadi kunci utama terciptanya situasi yang aman, tertib, dan lancar.
Di Desa Sumerta Kaja, prosesi Ngaben warga Banjar Pande berlangsung penuh khidmat. Dimulai dari pemandian jenazah di rumah duka, iring-iringan bade kemudian bergerak menuju Setra Desa Adat Sumerta melalui Jl. Kecubung. Pengamanan yang melibatkan aparat bersama puluhan Pecalang mampu menjaga arus kegiatan tetap kondusif hingga prosesi selesai.
Pada waktu yang sama, Desa Kesiman Petilan juga menggelar Ngaben yang diikuti warga Banjar Kedaton dan Banjar Kehen. Rangkaian upacara dimulai dari prosesi Ngaskara dan pamitan keluarga, dilanjutkan dengan iring-iringan menuju Setra Adat Kesiman di Jl. Waribang. Kehadiran aparat dan unsur pengamanan adat memastikan jalannya prosesi tetap tertib di tengah aktivitas masyarakat.
Sementara itu di Kelurahan Dangin Puri, warga Banjar Kaliungu Kelod turut melaksanakan prosesi Ngaben dengan iring-iringan dari Jl. Durian Gang C menuju Setra Bantas Adat Pagan. Dukungan pengamanan dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, dan Pecalang memberikan rasa aman bagi seluruh peserta upacara.
Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H.,M.H., menegaskan bahwa pengamanan terpadu dalam setiap kegiatan adat merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. “Sinergitas Polri, TNI, dan Pecalang sangat penting untuk memastikan setiap kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Dengan koordinasi yang solid dan keterlibatan aktif masyarakat, seluruh rangkaian Ngaben di tiga wilayah tersebut berlangsung tanpa hambatan berarti, mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Denpasar Timur. (*KorProv.)
