matapenagaruda.com
Denpasar – Berbagai macam cara warga denpasar untuk menanggulangi permasalahan sampah yang kini semakin tak terkendali dan sudah menjadi kategori darurat sampah, sehingga melalui banyak lembaga-lembaga sosial pun berusaha memberikan edukasi ataupun penyuluhan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan masalah ini dengan serius.
Melalui sekretariat BWMTC (Bali Waste Management Training Center) yang berada di kawasan TPS 3R jalan taman pancing barat no. 292 desa pemogan, di lakukan survey, Monitoring dan Evaluation pada hari selasa, 10/03/2026 terhadap keefektifan pemasangan trash trap di beberapa sungai wilayah desa pemogan.
Adapun pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengelola sampah dan penanganan dari sumbernya sesuai dengan instruksi bapak gubernur bali I Wayan Koster bahwa penanganan sampah hendaklah di lakukan dari sumbernya.
Pertemuan tersebut di hadiri oleh beberapa instrumen mulai dari Kepala Dusun Kampung Islam Kepaon Bapak Asma Ulhusna, S. M., M. Pd. beserta Ibu, Ketua IMUT & BWMTC desa pemogan Ibu Ana Rohana atau yang sering di sapa Bu Lek Ana, Ibu Ellya & Elis dari Posyandu, Bapak Rusdi wakil dari LPM Pemogan, Bapak Munawir instansi TNI, dan Rahmi seorang ibu rumah tangga.
Selain diskusi terkait permasalahan sampah juga di lakukan pengisian kuesioner atau saran kepada BWMTC sehingga di harapkan kedepannya akan ada terobosan yang efektif dan maksimal dalam penanganan sampah yang semakin menjadi masalah krusial di tengah masyarakat kota denpasar. (*KorProv.)

