[ BANDA ACEH ] – Pembangunan jembatan Bailey oleh Kodam Iskandar Muda (Kodam IM) di berbagai wilayah Aceh terus menunjukkan progres signifikan, dengan capaian keseluruhan mencapai 53,4 persen hingga Senin (23/3/2026).

Dari total 73 unit jembatan yang menjadi sasaran, sebanyak 39 jembatan telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, 2 jembatan dalam tahap pemasangan, 17 titik telah selesai disurvei, 9 titik masih dalam proses survei, serta 4 set material disiapkan sebagai cadangan.

Jembatan Bailey ini menjadi solusi cepat untuk memulihkan akses transportasi, khususnya di wilayah terdampak bencana dan daerah terpencil, sehingga mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terputus.

Sejumlah jembatan yang telah berfungsi tersebar di beberapa kabupaten, antara lain Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Singkil, hingga Aceh Tamiang, termasuk Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa/Cot Bada, Matang Bangka, Alue Leuhop, Teupin Reusep, Kubu, dan Dusun Bandar Baru.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi satuan Zeni TNI AD, Yonzipur, Yonzikon, dan Denzipur, bersama pemerintah daerah dan masyarakat, disertai penyesuaian strategis di lapangan seperti perubahan lokasi prioritas, penyesuaian tipe jembatan, serta optimalisasi material.

Sementara itu, pembangunan jembatan yang masih berjalan, di antaranya Jembatan Bergang di Aceh Tengah (9 persen) dan Jalur Dua Bandara Rembele di Bener Meriah (12,5 persen), saat ini difokuskan pada penyiapan lahan dan perakitan material pendukung.

Program ini merupakan wujud nyata peran TNI AD dalam membantu percepatan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan harapan seluruh target dapat segera tuntas dan manfaatnya dirasakan luas.

Sumber: Dispenad (*Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *