matapenagaruda.com

Denpasar,. – Polresta Denpasar mengikuti kegiatan pembacaan, pengambilan sumpah, serta penandatanganan pakta integritas dalam rangka penerimaan Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 melalui Zoom Meeting, Selasa (31/3/2026), bertempat di Gedung Pesat Gatra Lantai III. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa secara virtual dari Gedung Presisi Polda Bali, serta dihadiri Kapolresta Denpasar beserta jajaran panitia, peserta, dan orang tua/wali.

Dalam kegiatan tersebut di laksanakan pengambilan sumpah terhadap panitia, peserta, serta orang tua/wali, yang di lanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan proses rekrutmen yang bersih dan berintegritas.

Sambutan Kapolda Bali yang dibacakan oleh Wakapolda Bali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan orang tua atas antusiasme dalam mengikuti penerimaan anggota Polri tahun 2026. Disampaikan pula bahwa proses penerimaan ini merupakan tahapan strategis dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang unggul di masa depan.

“Penerimaan anggota Polri harus di laksanakan secara bersih, objektif, transparan, akuntabel, dan humanis, serta bebas dari segala bentuk penyimpangan,” tegasnya. Lebih lanjut di jelaskan bahwa saat ini Polda Bali masih menghadapi kekurangan personel yang cukup signifikan, sehingga rekrutmen menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan organisasi. Namun demikian, kualitas tetap menjadi prioritas utama, dengan memastikan calon anggota tidak memiliki catatan kriminal, bebas narkoba, serta berkepribadian baik.

Pada penerimaan tahun ini, jumlah peserta yang mendaftar terdiri dari 16 orang Taruna/Taruni Akpol, 1.476 orang Bintara Polri, serta 30 orang Tamtama Polri. Seluruh peserta akan mengikuti tahapan seleksi yang ketat, mulai dari administrasi, kesehatan, tes jasmani, psikologi, akademik, hingga tes mental ideologi.

Ditekankan pula bahwa seluruh proses seleksi mengacu pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Selain itu, sistem seleksi kini semakin modern dengan penggunaan metode Computer Assisted Test (CAT) yang memungkinkan hasil nilai diketahui secara langsung oleh peserta, sehingga meminimalisir potensi kecurangan.

Kapolda Bali juga mengingatkan agar tidak ada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses penerimaan. Peserta diminta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri serta tidak mudah tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan. “Keberhasilan di tentukan oleh usaha, disiplin, doa, dan kemampuan diri sendiri, bukan karena adanya campur tangan pihak lain,” pesan dalam sambutan tersebut.

Kepada para orang tua, di harapkan dapat terus memberikan dukungan moral dan motivasi kepada putra-putrinya, serta tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Polri dalam menjaga transparansi dan integritas rekrutmen, sehingga ke depan Polri dapat di isi oleh generasi terbaik bangsa yang profesional dan berintegritas tinggi.(*Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *