Site icon MATA PENA GARUDA

Patroli Dialogis Polsek Denpasar Barat Perkuat Pencegahan Curanmor dan Jambret di Pusat Keramaian

MataPenaGaruda.Com

Denpasar – Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Denpasar Barat terus mengintensifkan patroli dialogis di sejumlah titik rawan kriminalitas. dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I.B. Wiradnyana.

Patroli menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, di antaranya Pasar Gunung Lumut, area parkir pasar, pertokoan Jalan Teuku Umar, Bank/ATM BPD Teuku Umar, serta area parkir Pusat Oleh-Oleh Krisna Bali di Jalan Nusa Kambangan.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan patroli dan sambang dialogis kepada petugas keamanan, juru parkir, pedagang, serta masyarakat. Petugas mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kunci kendaraan tidak tertinggal di sepeda motor, tidak meninggalkan telepon genggam maupun barang berharga di bagasi depan kendaraan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Selain memberikan imbauan kamtibmas, kehadiran personel kepolisian di lokasi juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang berbelanja maupun melakukan transaksi perbankan, sekaligus mengantisipasi aksi penjambretan dan kejahatan jalanan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan langkah preventif yang terus dioptimalkan untuk menekan angka kriminalitas di wilayah Denpasar Barat.

“Kami terus meningkatkan patroli di pusat-pusat keramaian, kawasan perbelanjaan, pasar, dan area parkir guna mencegah terjadinya curanmor, jambret, maupun tindak kriminal lainnya. Kehadiran personel di lapangan juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar merasa aman saat beraktivitas. Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya laporan tindak kriminal,” ujarnya. (*Red.)

Exit mobile version