Matapenagaruda.com
[DENPASAR,. ] Pimpinan Redaksi matapenagaruda.com di temui ketua STT. EKA BHUWANA Made Wedastra Adhy putra, Di Warung Demen Kopi Ubung yang terletak di Jalan Cokroaminoto, Gang Taman Empul, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Provinsi Bali, 01/03/2026.
Dalam Pertemuan tersebut STT. EKA BHUWANA Made Wedastra Adhy putra, Menceritakan kisah Ogoh Ogoh Sila Nadah yang pada tahun caka 1948 saat ini di angkat kisahnya oleh STT. EKA BHUWANA Banjar Batur Ubung yang mana kisah tersebut adalah kisah nyata turun temurun dari wilayah lingkungan banjar Batur Ubung itu sendiri.
Dengan kisah nyata ini STT. EKA BHUWANA Banjar Batur Ubung Terpilih berkesempatan mengikuti festival kesanga yang di adakan oleh Kota Denpasar mewakili kecamatan Denpasar Utara dengan Tema “Memuliakan Air” dan mendapat kesempatan buka stand UMKM di Festival Tersebut, Yang mana Festival akan di laksanakan di lapangan PUPUTAN denpasar pada tanggal 06 hingga 08 maret 202.
ketua STT. EKA BHUWANA Made Wedastra Adhy putra, Mengatakan pembuatan ogoh Ogoh Sila Nadah ini dengan kesepakatan bersama yang di ambil dari kisah nyata dari lingkungan sendiri yang mana di lingkungan banjar batur ini ada sebuah kisah nyata turun temurun oleh masyarakat desa alas harum. Terdapat mata air sakral di aliran sungai yang sejak dahulu di muliakan sebagai sumber tirta untuk melukat dan memohon anugrah sebelum upacara, Air di tempat ini di yakini sebagai sumber kehidupan kekuatan suci yang menjaga keseimbangan antara antara manusia, alam dan spiritual yang hingga saat ini di sakralkan sebagai Pura Beji Pura Dalam Alas Harum yang terletak di kawasan Banjar Batur Desa Ubung Kecamatan Denpasar Utara. Pembuatan Ogoh Ogoh kali ini menelan biaya sebanyak 20 juta yang mana sumber dana yang di dapat adalah support dari dana banjar batur, kas stt, pendapatan penjualan baju, serta donatur dari warga banjar batur, “Ungkap Ketua STT Eka Bhuwana Made Wedastra Adhy putra.
Dalam kesempatan mendapat stand UMKM di festival kesanga mendatang, kami akan pergunakan dengan sebaik baiknya untuk berdagang dengan menyediakan pakaian adat bali, serta minuman segar dan aneka juz, di harapkan bagi masyrakat yang datang ke festival tersebut untuk mampir ke stand kami, “Imbuhnya.
Tanggapan positif dari “Kelian Banjar Bagus Putra Ariana” bangga dengan STT. EKA BHUWANA Banjar Batur Ubung karna telah mengangkat kisah nyata dari lingkungan wilayah banjar sendiri, kami akan selalu support dengan maksimal dengan harapan kedepannya lebih semangat lagi dalam menjaga kerukunan, kekompakan serta menjaga adat, budaya dan tradisi bali pada umumnya. Dalam hal ini banjar support mulai dari awal proses pembuatan ogoh ogoh, pelaksanaan festival hinga di malam pengerupukan.
Jero Mangku Pura Dalem Alas Harum Mengisahkan Di pusat mata air tersebut terdapat batu kleneng yang menyimpan bajra emas, di percaya bukan hanya sekedar pusaka, melainkan bagian dari roh penjaga sumber air itu sendiri, Bunyi “kleneng” yang terdengar dari dalam batu di pahami sebagai denyut kehidupan tirta, tanda bahwa air hidup, menjaga dan mengingatkan manusia agar tetap hormat pada kesuciannya. Selama keseimbangan terjaga, mata air mengalir tenang dan memberi kehidupan, “Ungkapnya.
Air bukan untuk di kuasai, melainkan di muliakan. sejak saat itu masyarakat membangun pra sebagai wujud penghormatan terhadap mata air dan segala kekuatan yang menjaganya. merawat tirta agar tetap suci dan taksu tetap hidup hiingga kini, Bunyi kleneng di percaya sebagai pawisik suara alam yang mengingatkan bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan itu sendiri, “Tutupnya. (*Red.)

