matapenagaruda.com
Denpasar, Bali – Sebagai bentuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 H, sebuah acara Tablig Akbar dengan tema “Spirit Isra’ Mi’raj Menguatkan Keimanan dan Kharakter Bangsa” sukses digelar pada Selasa (06/01/2026) di Masjid Al-Ihsaan, Jalan Hangtuah, Sanur. Acara yang diselenggarakan secara langsung (live) menghadirkan narasumber berkualitas, KH. Anwar Zahid, yang memberikan pemaparan mendalam terkait makna dan pesan mendasar dari peristiwa Isra Mi’raj bagi kehidupan umat manusia, terutama dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan beriman.


Peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi pada tanggal 18 Rajab 1447 H (Sesuai perhitungan kalender Hijriah) bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan mulia Nabi Muhammad SAW, melainkan juga sebagai ajang untuk mengingatkan seluruh umat akan pentingnya menjaga keimanan dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang di ajarkan dalam agama Islam. Dalam pemaparannya, KH. Anwar Zahid menjelaskan bahwa spirit Isra Mi’raj mengandung pesan tentang kemampuan manusia untuk terus meningkatkan diri, menjunjung tinggi nilai kebenaran, serta bekerja sama dalam membangun peradaban yang penuh kasih dan kedamaian.


“Perjalanan Isra Mi’raj menjadi bukti bahwa dengan keyakinan yang kuat dan tekad yang bulat, manusia mampu mengatasi segala rintangan dan mencapai tujuan yang mulia,” ujar KH. Anwar Zahid dalam sambutannya. Ia juga menekankan bahwa penguatan karakter bangsa tidak dapat terlepas dari landasan keimanan yang kokoh, karena iman akan menjadi pondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.


Acara yang diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan ini juga di isi dengan doa bersama untuk kebaikan umat Islam, keselamatan bangsa dan negara, serta terwujudnya perdamaian dunia yang luas. Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa Tablig Akbar tahun ini di harapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menginspirasi generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pihak panitia juga menyatakan bahwa acara seperti ini akan terus di gelar secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat tali silaturahmi antarumat beragama dan memperkokoh persatuan serta kesatuan bangsa di Bali, khususnya di kota Denpasar. Dengan mengangkat tema yang berkaitan dengan karakter bangsa, di harapkan setiap individu dapat berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia yang lebih baik, penuh dengan rasa cinta tanah air dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebhinnekaan. “Pawarta jaya *Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *