matapenagaruda.com
DENPASAR BALI,”- Banjir yang terjadi pada 10/09/2025 menyisakan banyak duka bagi sebagian warga denpasar dan sekitarnya, salah satu wilayah yang sangat terdampak banjir tersebut adalah wilayah desa pemogan kecamatan denpasar selatan yang merupakan wilayah hilir dari jalur sungai tukad badung.
Tingginya debit air di tukad badung hilir hingga meluap ke bantaran bahkan dibagian selatan taman pancing dekat pura suci tanah kilap tepatnya di area banjar kajeng dan banjar glogor carik yang sangat terdampak sehingga sebagian rumah dan kos-kosan terendam banjir setinggi 2 meter pada saat itu.

Jembatan swadaya penghubung antara jalan taman pancing timur dan barat pun tak luput dari terjangan banjir sehingga mengalami kerusakan yang cukup parah dan tak bisa dilalui pejalan kaki apalagi sepeda motor.

Jembatan tersebut merupakan jembatan hasil dari swadaya masyarakat kampung islam kepaon dan jamaah nurul iman asal pekalongan Jawa Tengah, yang nota bene warga asli bali, parek dari puri agung pemecutan badung yang dibuat pada tahun 2000 an dan tadinya jembatan tersebut bukan merupakan fasum atau fasilitas umum, sehingga seiring berjalannya waktu akhirnya jembatan tersebut merupakan alternatif umum mengurangi kemacetan di jalan pulau galang.

Dengan terjadinya kerusakan tersebut maka jembatan tidak bisa dilalui, yang sebelumnya bisa untuk jalan alternatif masyarakat taman pancing barat dan timur dan juga siswa siswi sekolah Al – muhajirin demi mengurangi kemacetan, sa’at ini sudah tidak bisa lagi dan bahkan menambah kemacetan di area taman pancing barat dan timur khususnya disekitaran jalan pulau galang.
Kami berharap semoga pihak pihak terkait bisa membantu perbaikan jembatan tersebut sehingga memudahkan aktivitas masyarakat dan khusus nya siswa siswi Madrasah Ibtida’iyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) Al-Muhajirin dalam aktivitas belajar di sekolah. (*Red. Rusdi Q)
