Site icon MATA PENA GARUDA

Pasca Kesurupan Massal, SMK Kesehatan Bali Medika Fokus pada Pemulihan dan Dukungan Siswa

matapenagaruda.com

Denpasar, Bali – SMK Kesehatan Bali Medika tengah memprioritaskan pemulihan fisik dan psikologis siswa serta staf pasca-insiden kesurupan massal yang terjadi di lingkungan sekolah. Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada kesehatan, penanganan pasca-trauma menjadi perhatian utama.Rabu(15/10)

Kesurupan masal terjadi sa’at pagi hari ketika mengawali kegiatan belajar mengajar. Kepala sekolah I Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Ia,. Pria asal Tegallalang Gianyar itu, mengatakan kepada awak media kegiatan belajar mengajar di awali dengan mebanten bersama pada pukul 07:10 Wita di lanjut dengan menyanyikan lagu wajib INDONESIA RAYA. sa’at menyanyikan lagu wajib, salah satu siswi pingsan. di saat yang bersamaan siswi lain terkejut lalu berteriak. Dengan kejadian tersebut sontak dengan tiba tiba dalam waktu singkat terjadi kesurupan masal siswi sekitar 15 siswi, Siswi pingsan akibat kesehatan kurang baik namun memaksakan diri hadir ke sekolah, Ujarnya.

Warga setempat yang enggan di sebutkan namanya, ikut serta membantu penolongan siswa siswi yang kesurupan (kerawuhan) dalam bahasa bali, menurut keterangan beberapa warga yang menjadi saksi insiden tersebut mengatakan puluhan hingga kurang lebih 100 an siswa siswi dan atau setengahnya dari jumlah murid yang kerawuhan, Hingga ke luar ke jalan, hingga jalanan macet karna banyak orang tua atau keluarga murid berdatangan. warga juga mengatakan dulu awal awal di bukanya sekolah ini sering terjadi hal seperti ini dan sudah lama tidak terjadi lagi. baru pagi ini terulang kembali, mungkin karna ada kesalahan atau kekurangan persembahan (sesajen) kepada penunggunya atau mungkin hal lain yang saya tidak tahu, Imbuhnya.

Pihak sekolah langsung mengambil tindakan penolongan pertama sesuai medis dan menghubungi pemangku sekolah yang kebetulan sebagai ketua Yayasan SMK Kesehatan Bali Medika. yang terletak di
Jl. Cargo Permai Jl. Sari Dana. IV No.1, Ubung Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Untuk tindakan non medis.

Kegiatan belajar mengajar untuk sementara ditiadakan agar siswa dapat fokus pada pemulihan. Pihak sekolah bekerja sama dengan tim konseling, psikolog, dan tenaga medis untuk memberikan dukungan komprehensif. Program pemulihan mencakup konseling individu dan kelompok,serta edukasi mengenai kesehatan mental dan cara mengelola stres.

Kepala Sekolah, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd..Ia, mengatakan kepada pimpred. matapenagaruda.com, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan,termasuk tenaga medis, relawan,dan masyarakat sekitar. Beliau menekankan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung kesehatan mental seluruh siswa.” Semoga hal serupa tidak terjadi lagi, cuma kali ini dan sekali ini saja, pengkasnya.(Red.)

Exit mobile version